Sampah Jadi Uang

By Dinas Kominfo Kab. Kediri03 Agu 2020, 14:00:47 WIB UMKM, Koperasi dan Perdagangan
Sampah Jadi Uang

Sampah rumah tangga yang biasanya hanya dibuang, disulap menjadi kerajinan cantik yang bernilai oleh warga Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Berawal dari keluhan warga tentang sampah yang dibuang di sungai dan mengganggu aktivitas, terbentuklah Kelompok Swadaya Masyarakat Paron Berseri pada tahun 2017 lalu.

Pengolahan sampah dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah (TPS3R) berbasis masyarakat di Desa Paron yang diketuai oleh D.W Nur Isa. TPS3R yang dimaksud disini adalah tempat pembuangan sampah sementara dengan 3 proses, yaitu: reuse atau menggunakan kembali barang yang sudah dipakai, reduce atau memilah barang, dan recycle atau mendaur ulang sampah.

Menurut D.W.Nur Isa, masyarakat yang terlibat secara langsung dan tidak langsung sebanyak 400 orang. Pengumpulan sampah dilakukanduahari sekali menggunakan kendaraan yang disediakan secara khusus untuk mengangkut sampah rumah tangga dari rumah warga.

Proses pengolahan sampah dimulai dengan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, seperti sampah plastik, kertas, botol, dan tutup botol. Sampah yang sudah tidak bisa digunakan (residu) akan dikirim ke TPA atau Tempat Pembuangan Akhir di Pare. Sampah yang sudah dipilah akan dibersihkan dan diolah kembali menjadi kompos dan souvenir atau oleh-oleh.

Souvenir yang dihasilkan dari sampah berupa kap lampu, vas bunga, tas dari plastik bekas, tamplak meja dan lain sebagainya. Souvenir dijual dengan harga yang bervariasi, dimulai dari Rp.15.000. (Kominfo)




Tinggalkan komentar Anda via Disqus