Peringatan Hari Nusantara ke-24, Gubernur Jawa Timur Sapa Nelayan

By Dinas Kominfo Kab. Kediri11 Des 2023, 00:00:00 WIB Pertanian, Perkebunan, Perikanan, dan Peternakan
Peringatan Hari Nusantara ke-24, Gubernur Jawa Timur Sapa Nelayan

Peringatan Hari Nusantara ke-24 tahun 2023 di Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Surabaya, (11/12) dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama ribuan nelayan dalam kegiatan Sapa Nelayan.

Nelayan yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 2.500 nelayan, petambak, dan pembudidaya ikan dari berbagai kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur, Gubernur Jatim memberikan apresiaisi atas peran nelayan yang telah memberikan banyak kontribusi. Nelayan merupakan pemersatu Indonesia sebagai negara bahari. 

"Nelayan telah melakukan ikhtiar untuk memainkan fungsi sebagai pemersatu Negeri Bahari, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Khofifah.

Sebagai tambahan informasi, Kabupaten Kediri baru saja kembali berhasil mencatat rekor muri di Museum Rekor Dunia Indonesia pada Rabu, 25 Oktober 2023 bertempat di Lapangan Tulungrejo Pare, Kabupaten Kediri. Kegiatan Penyajian Sate Lele Terbanyak di Kabupaten Kediri ini resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai rekor yang ke 11.337 dan dianugerahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kediri, Asosiasi Pengusaha Catfish Kediri, dan Republik Lele Kabupaten Kediri.

Sektor kelautan dan perikanan juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Aneka produk ikan yang dihasilkan menjadi asupan pangan utama guna menyiapkan generasi unggul 2045. 

"Sesuai dengan tema Sapa Nelayan kali ini yakni Ikan Untuk Generasi Emas 2045. Jawa Timur memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Jawa Timur memiliki produksi perikanan tangkap tertinggi secara nasional sebesar 598.317 ton dan perikanan budi daya tertinggi ke-2 sebesar 1.314.200,80 ton,” jelas Khofifah.

Produksi perikanan tangkap dan budi daya tersebut lanjut dia, tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam provinsi saja melainkan juga berhasil menembus pasar luar negeri. 

Gubernur mengajak masyarakat khususnya para nelayan menjadikan momentum Hari Nusantara pada 13 Desember sebagai momentum mempererat persatuan Indonesia. 

”Pada 1336, konsep Nusantara sejatinya sudah dicetuskan Mahapatih Gajah Mada melalui Sumpah Amukti Palapa. Melalui sumpah tersebut Gajah Mada berjanji untuk mempersatukan semua pulau di Nusantara, sampai harus berpuasa untuk mewujudkannya,” ungkap Khofifah.

Ini menunjukkan bahwa untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dilakukan dengan ikhtiar dhohir dan ikhtiar batin. Peringatan Hari Nusantara dicanangkan tiap 13 Desember mulai 1999. Berawal dari Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia saat itu, Djuanda Kartawidjaya. Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa laut antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Deklarasi itu akhirnya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan UNCLOS (United Nations Convention On The Law Of The Sea) 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.




Tinggalkan komentar Anda via CommentBox