Sarasehan dan Rembuk Stunting Desa Krenceng dan Desa Kencong

By Dinas Kominfo Kab. Kediri16 Nov 2020, 16:00:21 WIB Kesehatan, Sosial dan Lingkungan Hidup
Sarasehan dan Rembuk Stunting Desa Krenceng dan Desa Kencong

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan menggelar Sarasehan dan Rembuk Percepatan Penurunan Stunting. Bertempat di UPTD Puskesmas Keling, Senin (16/11), acara ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi konvergensi percepatan penurunan stunting di desa lokus stunting Desa Krenceng dan Desa Kencong.

Hadir dalam acara ini dari Dinas Kesehatan, UPTD Puskesmas Keling, DP2KBP3A, Bappeda, Dinas Pendidikan, Dipertabun, Dinas Perikanan, KUA, Kades dan perangkat desa, TP PKK Kecamatan dan Desa, pendamping dana desa serta kader desa lokus stunting Desa Kencong dan Desa Krenceng Kec. Kepung.

Kasi Pemerintahan Kec. Kepung, Sapto Priyono menyampaikansarasehan hari ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menangani stunting di Desa Kencong dan Desa Krenceng. Ia berharap hasil yang disepakati nanti dapat memaksimalkan upaya penangan stunting, sehingga desa lokus di Desa Kencong dan Desa Krenceng bisa terbebas dari stunting.

Kami sudah menyampaikan ke semua desa agar anggaran dalam penangan stunting bisa berupa pemberian makanan tambahan balita ibu hamil dan lainya semaksimal mungkin,” jelasnya.

Selanjutnya Kepala UPTD Puskesmas Keling, drg. Wantyo Yekti Utoro memaparkan data balita stunting di Desa Kencong. Dari 7 balita, yang lulus stunting per bulan Agustus 2020 ada 4 anak. Sedangkan dari 9 balita di Desa Krenceng, setelah dievaluasidata sementara yang lulus stunting sebanyak 5 anak.

“Pengukuran hanya dilakukan pada balita yang teridentifikasi status gizi sangat kurang dan sangat pendekjadi semua turun  lebih dari 50%. Di masa pandemi sekarang ini kunjungan ke rumah harus dibatasikita harus mamatuhi protokol covid-19. Jadi dari Kemenkes menganjurkan yang betul-betul kita periksa bayi yang gizinya sangat kurang dan ukuran tubuh sangat pendek,” ungkap drg. Wantyo.

Sementara itu Kabid Kesehatan Masyarakat, dr. Ika Tjandra Kusuma mengatakanwalaupun masa pandemi masih belum berakhir, tetapi kita harus optimis untuk menurunkan angka stunting di wilayah Kabupaten Kediri terutama di wilayah lokus stunting.

Ia mengungkapkan, fokus pada penurunan angka stunting itu ada 4 hal yang harus diikuti. Yang pertama adalah bagaimana merubah pola asuh pada masyarakat, kedua bagaimana melaksanakan pelayanan kesehatan atau akses pelayanan kesehatan dengan baik, ketiga pola makan, kemudian lingkungan.

“Empat poin itulah yang menjadi tujuan kita untuk menurunkan angka stunting, dengan cara yang bermacam-macam. Ada dari intervensi gizi spesifik, ada juga dari intervensi gizi sensitif. Dari 2 cara penurunan angka stunting tersebut, intervensi gizi spesifik berbobot 30% dan dilaksanakan oleh Puskesmas. Sedangkan intervensi gizi sensitif 70% dilaksanakan oleh OPD terkait,” lanjut dr. Ika.

“Dari seluruh OPD terkaitharapannya ini semua terintegrasi menjadi suatu bentuk konvergensi. Satu lokus, satu fokus menangani stunting di Desa Krenceng dan Desa Kencong,” pungkasnya. (Kominfo/dn,tee,wk)




Tinggalkan komentar Anda via Disqus