Tradisi Bersih Desa Saat Memasuki Bulan Suro

By Dinas Kominfo Kab. Kediri06 Sep 2020, 11:43:34 WIB Pariwisata, Seni dan Budaya
Tradisi Bersih Desa Saat Memasuki Bulan Suro

Memasuki Bulan Suro dalam Kalender Jawa, warga desa di Kabupaten Kediri hampir seluruhnya menyelenggarakan tradisi Bersih Desa. Berbagai kegiatan dilaksanakan mulai dari mengadakan kenduri, mengirim sesaji yang diperuntukkan untuk danyang desa atau bahkan menggelar tradisi jawa seperti pertunjukan wayang dan tari-tarian tradisional atau campur sari.

Di Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, warga bersama perangkat desa mengadakan ritual bersih desa berupa kenduri dan mengirim saji-sajian ke 3 punden yang dipercaya sebagai makam sesepuh desa, (6/9/20).

Acara dimulai dari Punden Ki Ageng Karanglo yang identik dengan keislaman. Di punden tersebut, pada malam bersih desa dilaksanakan khotmil Qur'an yang diikuti jamaah dari sekitar punden. Kemudian paginya dilaksanakan kenduri bersama perangkat desa, lembaga desa dan warga desa yang berkeyakinan dengan ritual tersebut.

Setelah kenduri di Punden Ki Ageng Karanglo selesai, dilanjut ke Punden Kembangan dengan digelar acara Tayupan dan doa bersama. Yang terakhir di Punden Mbah Ageng Aru-Aru dan hanya dilaksanakan doa bersama.

Menurut Kepala Desa Paron, Buyung Wicaksono, tradisi bersih desa rutin diselenggarakan oleh warga sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat dan hidayatnya.

"Bersih Desa merupakan slametan atau upacara adat Jawa untuk memberikan sesaji kepada danyang desa. Sesaji berasal dari warga untuk menyumbangkan makanan. Bersih desa dilakukan oleh masyarakat dusun untuk membersihkan desa dari roh-roh jahat yang mengganggu. Maka sesaji diberikan kepada danyang, karena danyang dipercaya sebagai penjaga sebuah desa," ungkapnya.

Tradisi Bersih Desa sebagai upacara adat memiliki makna spiritual di baliknya. Bersih Desa bertujuan untuk mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang didapat. Selanjutnya, upacara bersih desa bertujuan untuk memohon perlindungan kepada danyang sebagai penjaga desa dari hal-hal negatif dalam kehidupan sehari-hari.

"Tujuan bersih desa adalah untuk memohon berkat agar hasil panen berikutnya melimpah, seluruh warga diberi kesehatan dan menjadikan desa yang aman, tentram, gemah ripah loh jinawi," terang Kades Buyung.

Usai menggelar tradisi ke 3 Punden, pada malam harinya dilaksanakan doa bersama di rumah Mbah Samuji yang oleh warga dianggap sebagai sesepuh desa. Kenduri dilakukan pada malam bulan purnama dengan menu nasi beras merah, lalap daun kelor dan ayam ingkung bumbu parem sebagai sesajinya.

“Dengan harapan sesaji tersebut bisa menjauhkan dari balak selama setahun ke depan umumnya untuk Desa Paron, khususnya untuk warga yang datang di acara dan mengkonsumsi sesaji tersebut," tutup Buyung. (Kominfo/fd,tee,tj,wk)




Tinggalkan komentar Anda via Disqus

Tinggalkan komentar

Ada 1 komentar untuk berita ini

Lihat semua komentar

Tinggalkan komentar Anda