Kenalkan Kabupaten Kediri Lewat Tabulampot Indonesia

By Dinas Kominfo Kab. Kediri22 Sep 2020, 17:00:25 WIB Pertanian, Perkebunan, Perikanan, dan Peternakan
Kenalkan Kabupaten Kediri Lewat Tabulampot Indonesia

Pandemi Covid-19 ini jangan sampai membuat putus asa dan hilang kreativitas. Masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan di rumahseperti halnya menanam buah dalam pot.

Bagi penggemar tabulampot, di Kabupaten Kediri telah hadir Tabulampot Indonesia yang  terletak di Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul Kab. Kediri. Di tempat inikita akan menjumpai ribuan bibit alpukat yang siap ditanam di rumah.

Salah satu yang menjadi unggulan adalah Alpukat Kelud yang merupakan brand unggulan dari Tabulampot Indonesia Desa Jambu. Semua tanaman alpukat disini sangat terawatdijamin akan tumbuh subur saat ditanam di rumah.

Agus Joko Susilo selaku Owner Tabulampot Indonesia menjelaskan, yang melatarbelakanginya mendirikan Tabulampot ini adalah ingin membuat brand sehingga Desa Jambu, umumnya Kab. Kediribisa lebih dikenal oleh masyarakat secara nasional.

Alhamdulillah saat ini sudah dikenal sampai pelosok Nusantara bahkan sampai luar negeri. Sudah banyak pula yang menghubungi lewat telefon walaupun masih sekedar bertanya-tanya. Saya memperkenalkan Desa Jambu ini melalui penanaman Alpukat Kelud, karena Kabupaten Kediri terkenal dengan wisata Gunung Kelud yang menjadi kebanggaan kami,jelasnya, (22/9).

Tabulampot Indonesia memiliki luas lahan 1,2 hektar dengan jumlah bibit sebanyak 15 ribu tanaman alpukat dari berbagai varietas. Buahnya rata-rata berukuran jumboperbuah bisa mencapai 1-2 kg. Harga per bibit sangat bervariasi sesuai ukuran stek, mulai harga 50 ribu hingga ratusan ribu tergantung kualitasnya.

“Untuk pemasaran menjangkau wilayah se-Indonesia karena selama ini kita menguatkan promosi lewat media sosial Instagram, Youtube dan Facebook Desa Wisata Jambu Kediri,” tambah Kepala Desa Jambu ini.

Bedanya antara tanaman tabulampot dengan tanaman di kebun adalah tabulampot biasanya bagi mereka yang tidak punya lahan. Sehingga menjadi suatu kebanggaan bila bisa menanam di pot tapi berbuah lebat.

“Di masa pandemi ini secara wabah kita terdampaktapi untuk pengembangan Tabulampot meningkat hampir 100 persen. Karena selama pandemi banyak masyarakat yang stay at home jadi banyak yang beraktivitas menanam pohon. Suatu hal yang kami syukuri,” pungkas Agus(Kominfo/lks,tee,tj,wk)




Tinggalkan komentar Anda via Disqus

Tinggalkan komentar Anda