Cegah Wabah Demam Berdarah Dengan Grebek Jentik Nyamuk

By Dinas Kominfo Kab. Kediri22 Jan 2021, 15:00:57 WIB Kesehatan, Sosial dan Lingkungan Hidup
Cegah Wabah Demam Berdarah Dengan Grebek Jentik Nyamuk

Di musim hujan ini, masyarakat diminta lebih intens melakukan upaya antisipasi penyebaran penyakit demam berdarah (DB). Atas hal tersebut, tim gabungan Pemerintah Kecamatan Ngancar, kader jumantik, dan Puskesmas melakukan monitoring dan evaluasi pemeriksaan jentik nyamuk di rumah -rumah warga, (22/1).

Fokus pemeriksaan adalah jentik-jentik nyamuk yang berada di tampungan air warga serta tempat - tempat yang menjadi genangan air hujan. Dalam kesempatan tersebut, petugas juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan/pemantauan jentik di wilayahnya dengan minimal teknik dasar 3M Plus, Menguras, Menutup, dan Mengubur. Plus kegiatan-kegiatan pencegahan seperti membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menaburkan bubuk larvasida di tempat-tempat air yang sulit dibersihkan, tidak menggantung pakaian di dalam rumah. Selain itu tidak menggunakan gorden yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, menggunakan obat nyamuk/anti nyamuk, serta membersihkan lingkungan sekitarterutama pada musim penghujan.

Dalam monitoring tersebut, selain bak mandi, petugas gabungan juga melakukan pemeriksaan benda-benda di luar rumah yang dapat menjadi tempat penampungan air seperti bekas botol, kaleng, ban, dan tunggak bambu. Barang-barang tersebut berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk.

Disamping itu perlu pula diperhatikan intensitas monitoring jentik. Supaya efektif, pemantauan semestinya dilakukan secara rutin paling tidak seminggu sekali. Hal ini dikarenakan telur nyamuk akan menetas dan berkembang menjadi nyamuk dewasa dalam kurun waktu satu minggu.

Camat Ngancar, Elok Etika mengatakan, saat ini kader jumantik di masing-masing desa sudah melakukan jadwal pemantauan secara rutin ke rumah-rumah warga. Bahkan di masing-masing RT sudah memiliki kader.

"Kader jumantik di Kecamatan Ngancar sangat aktif melakukan pemantauan. Mereka juga memiliki jadwal rutin untuk kunjungan ke rumah. Hal tersebut diharapkan dapat memutus perkembangbiakan nyamuk," ujarnya.

Dari hasil monitoring hari ini terdapat seorang warga yang enggan rumahnya dilakukan pemeriksaan. Untuk itu Pemerintah Kecamatan Ngancar mengambil langkah untuk memanggil warga - warga yang tidak mau rumahnya dilakukan pemeriksaan, selanjutnya tim dari lintas sektor Forkopimca, dan Puskesmas memberikan edukasi kepada warga tersebut.

"Kami bersama petugas pemantau jentik di tingkat kecamatan dan desa rutin mengadakan monitoring ke rumah-rumah warga. Tujuannya untuk memotivasi masyarakat agar selalu sadar bahaya demam berdarah. Dari hasil pemantauan, terdapat seorang warga yang sangat abai dengan kebersihan, sehingga oleh kader jumantik terus dilakukan pemantauan dan edukasi, sampai orang tersebut sadar akan pentingnya menjaga kebersihan," tandasnya.  (Kominfo/ag,tee,tj,wk)




Tinggalkan komentar Anda via CommentBox