Curah Hujan Tinggi, Desa Pamongan Minta Warganya Siaga Bencana

By Dinas Kominfo Kab. Kediri18 Feb 2021, 13:00:26 WIB Kesehatan, Sosial dan Lingkungan Hidup
Curah Hujan Tinggi, Desa Pamongan Minta Warganya Siaga Bencana

Tingginya curah hujan yang turun belakangan ini menjadi kewaspadaan tersendiri bagi masyarakat di lereng Gunung Wilis. Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam dan jatuhnya korban jiwa, Pemerintah Desa Pamongan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri meminta seluruh warganya selalu waspada.

Suyani, Kepala Desa Pamongan, Kecamatan Mojo mengatakan, ada dua daerah di Desa Pamongan yang masuk rawan bencana tanah longsor. Dua titik tersebut ada di Dukuh Tumpak Doro dan Dukuh Pamongan.

"Dua daerah tersebut menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Desa Pamongan. Meskipun daerah-daerah lain juga kami minta agar tetap waspada. Untuk dua titik di Dukuh Tumpak Doro dan Pamongan karena letak geografisnya yang miring dan berada di sebelah aliran sungai," kata Suyani.

Di Dukuh Tumpak Doro terdapat empat bangunan rumah. Begitu juga di Dukuh Pamongan yang terpetakan rawan bencana. Pihak Pemerintah Desa Pamongan mengambil langkah-langkah antisipatif berupa peringatan dini dan pembuatan bangunan penahan.

"Langkah antiipasi, bersama teman-teman agar warga waspada, pemerintah desa juga berusaha untuk mengajukan pembuatan DAM penahankarena di aliran sungai. Insya Allah sudah ada imbauan-imbauan. Tetapi, kalau hujannya terus terusan, debit airnya menjadi besar juga," jelas Suyani.

Suyani tak ingin bencana tanah longsor kembali terjadi di desanya. Seperti, pada 14 Desember 2020 lalu. Rumah milik Gito, di RT 11 RW 4,rusak akibat diterjang tanah longsor. Tebing setinggi 7 meter runtuh dan mengenai dinding rumah, setelah kawasan tersebut diguyur hujan selama kurang lebih 6 jam.

Pamongan menjadi salah satu desa di Kabupaten Kediri yang masuk dalam kategori rawan bencana. Desa di Kecamatan Mojo ini berada di lereng Gunung Wilis dengan kondisi geografis tanah yang miring. Kawasan ini dihuni sebanyak 1.200 Kepala Keluarga (KK) dengan mayoritas pekerjaan sebagai petani. (*)




Tinggalkan komentar Anda via Disqus