Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting di Desa Kraton

By Dinas Kominfo Kab. Kediri16 Nov 2020, 16:20:13 WIB Kesehatan, Sosial dan Lingkungan Hidup
Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting di Desa Kraton

Sebagai upaya menurunkan angka stuntingPemerintah Kabupaten Kediri menggelar kegiatan Evaluasi Sarasehan dan RembuPercepatan Penurunan Stunting di Desa Lokus tahun 2020. Hari pertama dalam kegiatan ini, tim lintas sektor percepatan penurunan stunting menuju Desa Kraton Kecamatan Mojo, (16/11).

Dijelaskan oleh dr. Rindang Kepala UPTD Puskesmas Mojo, bahwa Desa Kraton terindikasi sebagai desa lokus stunting dengan jumlah yang tercatat sebanyak 17 anak. Sehingga hal ini menjadi motivasi dengan membuat program-program agar desa ini zero stunting.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang menyebabkan tinggi badan tidak sesuai dengan tinggi badan seusianya. Hal tersebut juga dapat mengakibatkan menurunnya kecerdasan IQ, mudah terserang penyakit dll.

“Jadi kemarin di DesaKraton ini termasuk nomor 1 se-Kabupaten kediri. Maka dari itu dalam penanganan stunting kita melibatkan lintas sektor. Tidak hanya tentang kesehatannya saja, tetapi dari nilai gizi, kesehatan lingkungan pun sangat berpengaruh,” katanya.

Alhamdulilah saat ini Desa Kraton sudah dibangun jamban sehatsekarang dalam tahap finishing dan semoga tahun ini bisa tuntas. Karena jamban sangat berpengaruh, jika anak terus mengalami diare maka pertumbuhan anak akan menurun,” lanjut dr Rindang.

Ia menambahkan, selama ini ia menyampaikan kepada warga terutama para orang tua untuk selalu memperhatikan tumbuh kembang anak. Bawa anak ke Posyandu setiap bulan untuk diukur tinggi dan berat badannya sertdiimunisasi secara berkala. Jangan sampai berhenti memeriksakan kesehatan anaksampai benar-benar tumbuh maksimal.

Berikan makanan pendamping ASI sesuai ketentuan yaitu nilai gizinya, aman, higienis dan harus memenuhi kebutuhan makro dan mikro nutrion pada anak. Karena pertumbuhan dan perkembangan anak itu sangat pentingkami membuat program bekerjasama dengan guru tapos, guru paud dan guru TK untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang, jadi ada pelatihan untuk guru-gurunya,” imbuhnya.

Ia berharap setelah dilaksanakan kegiatan ini, angka stunting di Desa Kraton bisa segera diturunkan dan anak-anak bisa tumbuh dengan baik dan sehat.

Sementara itu Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas PerikananBudijono Langgeng Saputro, memaparkan program Kolega sebagai upaya penurunan stunting. Kolega merupakan singkatan dari Kolam Lele Keluarga.

Program ini mampu mendekatkan gizi berupa protein untuk keluarga. Dari Dinas Perikanan akan selalu memonitor dan pendampingan sampai lele dapat dikonsumsi. Dengan bigitu gizi keluarga akan tercukupi demi percepatan penurunan stunting tahun 2020,” katanya.

Setelah lele dapat dikonsumsi keluargamaka program Gemarikan juga akan berjalan sehingga gizi tercukupi. Dalam Gemarikan ini diharapkan masyarakat mau mengkonsumsi ikan yang tergolong murah namun kadungan gizinya cukup banyak. Termasuk mempunyai Omega 3, anti oksidan yang sangat penting dalam meningkatkan gizi ibu hamil, hingga 1000 hari kelahiran,” pungkas Budijono Langgeng. (Kominfo/lks,dv,tee,wk)




Tinggalkan komentar Anda via Disqus