Tak Tega Lihat Rumah Warganya, Dhito Beri Bantuan Bedah Rumah

By Dinas Kominfo Kab. Kediri18 Feb 2022, 22:30:20 WIB Kesehatan, Sosial dan Lingkungan Hidup
Tak Tega Lihat Rumah Warganya, Dhito Beri Bantuan Bedah Rumah

Kebahagiaan tengah dirasakan dua keluarga kurang mampu asal Dusun Manyaran, RT 002/002, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan. Rumah mereka yang nyaris roboh, Jumat 18 Februari 2022 siang didatangi Bupati Hanindhito Himawan Pramana dan dijanjikan akan diberikan bedah rumah.

Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu, pertama kali mendatangi rumah Zaenal yang kesehariannya bekerja sebagai penarik becak. Setelah melihat kondisi rumah dan menyampaikan keinginannya, Mas Dhito melanjutnya mendatangi rumah Ansori yang tak jauh dari rumah Zaenal.

Setelah melihat kondisi kedua rumah warganya itu, Mas Dhito menyampaikan pihaknya akan memperbaiki kedua rumah itu supaya lebih layak untuk dihuni, serta sarana mandi cuci kakus (MCK). 

"Yang paling penting, bagaimana keluarga ini nanti melanjutkan hidupnya, maka untuk (keluarga) pak Zaenal saya minta untuk diberikan pelatihan kepada ibunya (istri zaenal) juga kita berikan motor untuk pak Zaenal, " kata Mas Dhito.

Sebagai penarik becak, penghasilan Zaenal tak menentu. Bahkan, dalam satu minggu pernah sampai tidak mendapatkan penghasilan. Atas kondisi yang dialami, Mas Dhito menjanjikan bantuan sepeda motor supaya bisa dimanfaatkan Zaenal untuk bekerja. Sedang, istrinya akan diberikan bantuan gerobak untuk berdagang.

Keluarga Zaenal memang masih jauh dari kata mapan. Rumah Zaenal sangat kecil, berukuran 3x6 meter. Dinding rumahnya meski sudah tembok, karena banyak retakan terpaksa dicongkok menggunakan bambu dari luar supaya tidak roboh. 

Meski berbahaya, kondisi perekenomian keluarga memaksa Zaenal dan keluarganya tetap bertahan.Tak hanya bangunan rumah yang memprihatinkan, keluarga Zaenal pun tak memiliki kamar mandi dan WC. Selama ini keluarga Zaenal menumpang di mushola yang berlokasi tak jauh dari rumah mereka. 

Di rumahnya itu Zaenal tinggal bersama istri, Siti Fatimah dan empat orang anaknya. Dua anaknya yang sudah besar bekerja di warung makan untuk membantu perekenomian keluarga. Anak nomor tiga masih duduk di bangku kelas 6 madrasah dan si bungsu masih berusia 4 tahun. 

Mereka tak mengira, siang itu rumahnya bakal didatangi orang nomor satu di Kabupaten Kediri. Bahkan, kedatangan Mas Dhito itu seakan memberi jawaban atas doa-doa mereka yang sudah lama berkeinginan dapat memperbaiki rumahnya.

"Saya tidak punya apa-apa, dikasih banyak begitu sama Mas Dhito saya sangat berterima kasih. Rumah mau dibangun ditambah toilet dan sumur terus dikasih pelatihan usaha sak rombonge, terus sepeda motor," ucap Zaenal.

Tak hanya bantuan itu, dalam kedatangannya Mas Dhito juga membawakan peralatan sekolah dan mainan untuk anak Zaenal yang kecil. Begitu juga ketika datang ke rumah Ansori. Hanya saja saat didatangi rumahnya, Ansori saat itu tidak ada di rumah karena tengah merumput.

Di rumahnya, Mas Dhito hanya bertemu Siti Wasiah yang tak lain Istri Ansori. Mas Dhito pun meminta izin untuk melihat ke dalam rumah yang berdinding anyaman bambu itu. Bangunan rumah itu pun terlihat sudah doyong dan terancam roboh. 

Kemudian setelah mengecek ke dalam, Mas Dhito keluar melihat-lihat kandang kambing di samping rumah. Dari penuturan Siti Wasiah, kambing-kambing itu milik orang, suaminya hanya memelihara dan mendapat bagi hasil dari keuntungan.

"Ibu Siti Wasiah sama suaminya itu hanya ngopeni punya orang, Insyaalloh kita beri satu pasang kambing nanti, tidak hanya bedah rumah supaya dapat meningkatkan taraf hidup keluarga," tutur Mas Dhito.

Mendengar bantuan yang akan diterima, Siti Wasiah tak henti mengucapkan terima kasih. Dia pun seketika menangis, karena tak menyangka akan mendapatkan hadiah bedah rumah, dan bantuan kambing. Tak hanya itu, Siti Wasiah juga akan diberikan pelatihan menjahit.

Tetangga yang melihat pun banyak yang terharu, mendatangi Siti Wasiah dan menguatkan ibu dua orang anak itu. Mereka ikut merasa senang, keluarga Siti Wasiah dan suaminya Zaenal mendapatkan bantuan dari Mas Dhito.

"Wes rejekimu mbak, disyukuri," ucap seorang ibu sambil memeluk Siti Wasiah yang saat itu masih menangis bahagia.




Tinggalkan komentar Anda via Disqus