Persiapan Kwarcab Pramuka Menuju Kompetisi Gebyar Pionering 500 Tongkat

By Dinas Kominfo Kab. Kediri08 Okt 2020, 18:00:46 WIB Pendidikan dan Olahraga
Persiapan Kwarcab Pramuka Menuju Kompetisi Gebyar Pionering 500 Tongkat

Menjelang kompetisi Pionering Gebyar Pionering 500 Tongkat 2020, Kontingen Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Kediri melakukan persiapan. Acara Gebyar Pionering 500 Tongkat ini dilaksanakan mulai 1-12 Oktober 2020 yang diikuti oleh seluruh Kwarcab di Jawa Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda Jatim) ini diselenggarakan secara virtual dengan tidak menghadirkan peserta di tempat. Hal ini bertujuan untuk tidak membuat kerumunan baru karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

Kwarcab Kabupaten Kediri mengirimkan 10 delegasi siswa tingkat SMA atau SLTA sederajat. Muhammad Ansori, Ketua Dewan Kwartir Cabang Kabupaten Kediri mengatakan dirinya melakukan proses seleksi di masing-masing Gugus Tugas Pramuka yang ada di Kabupaten Kediri.

"Kegiatan ini dilakukan di masing – masing kwarcab, mereka membuat bangunan atau inovasi pionering dengan durasi waktu selama 3 hari," ujar Ansori.

Ada 10 orang peserta yang mewakili Kabupaten Kediri dalam lomba ini dan telah dilakukan proses seleksi sebelumnya.

"Kita seleksi 60 peserta yang kemudian kita ambil menjadi 10 orang. Mereka dari SMA 1 Puncu, SMK 1 Plosoklaten, SMA 1 Pare, SMA 1 Gurah dan MA Sunan Ampel," tambahnya.

Menurut Ansori, tantangan yang dihadapi oleh peserta dalam lomba tongkat pionering adalah angin, pemahaman simpul dan terik panas matahari saat pengerjaan.

"Biasanya saat mendirikan tiang utama sempat goyah karena angin, terus memasang sayap. Akhirnya diposisikan tidur baru dinaikkan ke atas,” katanya.

Ansori juga menyampaikan bahwa dalam pengerjaan lomba pionering ini dia sempat terhambat karena kekurangan tali pramuka. Hingga akhirnya Ansori meminjam kepada sejumlah sekolah terdekat seperti Ngasem dan Gurah.

Sementara itu untuk panjang pionering yang dibuat oleh pihaknya sekitar 12 meter dengan desain Giant Clock Tower.

"Dalam bangunan pionering yang dibuat ada ikatan silang, palang, kaki tiga, kemudian ada 11 sambungan tongkat. Nanti di atasnya ada jam yang bisa dilihat dan di bawah ada 10 penjuru yang menjadi simbol bahwa di Pramuka ada 10 dasadharma," ucap Ansori.

Bagi Ansori, bangunan pionering yang dibuatnya ini memiliki arti tersendiri. Bahwa semakin ke atas dan meruncing maka tantangan yang dihadapi semakin kompleks dan sulit. Oleh sebab itu dibutuhkan bangunan yang kuat dalam pionering.

Selanjutnya di tengah latihan pionering, Wakil Bupati Kediri Drs. H. Masykuri, M.M menyempatkan hadir untuk memberikan semangat kepada adik-adik pramuka Kwarcab Kediri.

Wabup Masykuri yang juga Pembina Kwarcab Kediri ini menyampaikan pesan kepada peserta lomba pionering pramuka agar semangat membuat bangunan pionering.

Selain itu menurut Masykuri yang terpenting dalam membuat bangunan pionering adalah memiliki filosofi dan pesan yang ingin disampaikan.

"Membuat bangunan pionering tidak hanya sekedar merakit tongkat, melainkan perlu dicermati landasan filososfinya,” ujarnya. 

Melalui program ini diharapkan anggota Pramuka Kwartir Cabang Kediri mampu memberikan yang terbaik dan mengasah kreatifivitas. (Kominfo/ng,tee,tj,wk)




Tinggalkan komentar Anda via Disqus

Tinggalkan komentar Anda