Target Imunisasi 83.519 Anak, Mas Dhito Minta Petugas Jangan Kendor

By Dinas Kominfo Kab. Kediri03 Agu 2022, 19:17:29 WIB Kesehatan, Sosial dan Lingkungan Hidup
Target Imunisasi 83.519 Anak, Mas Dhito Minta Petugas Jangan Kendor

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan petugas untuk menuntaskan capaian imunisasi anak dengan jumlah target sasaran 83.519 anak. 

Hal itu disampaikan Mas Dhito saat mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Kabupaten Kediri yang berlokasi di Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Rabu (3/8/2022).

"Sudah saya sampaikan sejak pandemi gelombang tiga atau covid mulai mereda, BIAN ini jangan sampai kendor," kata Mas Dhito.

Sejak dua tahun terakhir, lanjut Mas Dhito, pemerintah fokus vaksinasi covid. Seiring kondisi yang mulai membaik ini, pihaknya mendorong supaya imunisasi anak bisa berjalan optimal.

"Harapannya imunisasi anak ini bisa tuntas bagi anak-anak kita yang memang berhak dan wajib mendapatkan, karena ada beberapa penyakit yang memang bisa diantisipasi dengan imunisasi," ungkapnya.

Sebagaimana dalam vaksinasi covid, menurut Mas Dhito, untuk mensukseskan BIAN, dari 83.519 target, tiap kecamatan harus memiliki data secara rinci. Seperti jumlah anak yang harus diimunisasi, l belum diimunisasi maupun sudah imunisasi. 

"Data itu nanti dilaporkan ke Dinkes, dicocokkan datanya sama dengan bagaimana saat kita melakukan vaksin covid," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib menyampaikan, BIAN merupakan upaya untuk memberikan perlindungan kepada anak dari penyakit seperti PD3I (polio, hepatitis B, pertusis, difteri, haemophilus influenzae tipe B, campak dan tetanus). 

Jumlah anak yang menjadi sasaran BIAN sebanyak 83.519 anak usia 9-59 bulan. Jumlah itu harus diselesaikan dalam waktu 1 bulan di Agustus ini. Pelaksanaan imunisasi dilakukan di 1.704 posyandu yang tersebar di tiap desa.

"Dalam imunisasi ini ada penyuntikan untuk  campak  rubella (MR) tanpa memandang status imunisasi sebelumnya karena secara nasional ini (campak rubella) masih tinggi kasusnya," bebernya.

Pun begitu, untuk di Kabupaten Kediri ditegaskan Ahmad Khotib, sejauh ini belum terdeteksi adanya warga atau anak yang terpapar campak rubella.




Tinggalkan komentar Anda via Disqus