Bangun Budaya Pengelolaan Keuangan Yang Lebih Transparan Dan Akuntabel

By Dinas Kominfo Kab. Kediri22 Mar 2022, 22:15:04 WIB Pemerintahan, Politik dan Keamanan
Bangun Budaya Pengelolaan Keuangan Yang Lebih Transparan Dan Akuntabel

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa, menyerahkan langsung Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2021 unaudited kepada BPK RI Perwakilan Jawa Timur.

Bertempat di Ruang Auditorium Kantor BPK RI Jatim, Selasa siang (22/3/2022), penyampaian LKPD TA 2021 unaudited diterima langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Jatim, Agus Setyono.

Selain Wakil Bupati Kediri hadir pula Bupati Trenggalek, Wakil Bupati Jember, Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Para Inspektur, Kepala OPD, dan Kepala Sub Auditorat.

Dalam sambutannya, Kepala BPK RI Perwakilan Jatim, Agus Setyono, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kepala Daerah yang hadir atau yang mewakili beserta jajaran atas kerja kerasnya, sehingga dapat menyerahkan Laporan Keuangan Unaudited secara tepat waktu sesuai amanat undang-undang.

"Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 56 menyatakan bahwa Gubernur/Bupati/Walikota menyampaikan laporan keuangannya kepada BPK RI paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir", jelas Agus.

Laporan keuangan selanjutnya akan diperiksa oleh BPK dalam rangka memberikan pendapat/opini atas kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan.

"Dengan mendasarkan pada empat aspek, yaitu: kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan (adequate disclosure), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI)", jelasnya.

Selanjutnya Agus Setyono menyampaikan bahwa Kabupaten Kediri berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun Anggaran 2020.

"Kami harap pemerintah daerah tidak berhenti pada upaya mengejar opini WTP semata. Namun, seluruh jajaran pemerintah daerah seharusnya bekerja lebih keras lagi untuk membangun budaya pengelolaan keuangan yang lebih transparan dan akuntabel", harap Agus. (Kominfo,dn,fz,yd,wk)




Tinggalkan komentar Anda via Disqus