Lokakarya Kabupaten Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kabupaten Kediri

By Dinas Kominfo Kab. Kediri05 Jan 2022, 14:30:11 WIB Pemerintahan, Politik dan Keamanan
Lokakarya Kabupaten Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kabupaten Kediri

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kediri menggelar lokakarya program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Kegiatan tersebut bertujuan untuk tersampainya informasi dan capaian pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh atau KOTAKU Tahun 2021. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk menyampaikan informasi dan kesepakatan capaian pengurangan kumuh 2021.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat tersampaikan kebijakan daerah dalam penanganan kumuh dan kolaborasi, serta tercapainya pemahaman tupoksi kelompok kerja Permukiman Kumuh Perkotaan (PKP), dan forum PKP, serta tersampaikannya informasi pemetaan spesial KOTAKU.

Imam Malik, Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Dinas Perkim Kabupaten Kediri dalam paparannya menyampaikan Kebijakan daerah dalam penanganan kumuh yang ada di Kabupaten Kediri, dimana program KOTAKU merupakan salah satu upaya strategis dari Dirjen Cipta Karya untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh yang ada di perkotaan.

"Terkait kebijakan daerah secara formal tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dalam Perda Nomor 6 Tahun 2021. RPJMD ini sendiri merupakan penjabaran dari visi dan misi dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana," ungkap Imam Malik. 

Visi tersebut yakni : terwujudnya masyarakat Kabupaten Kediri yang maju, berkarakter nasionalis religius, serta sejahtera berdasarkan ekonomi kerakyatan yang diddukung birokrasi yang melayani. Adapun misinya adalah : pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter nasionalis – religius, reformasi birokrasi dan pelayanan publik, pengembangan ekonomi kerakyatan dan peningkatan investasi daerah, revitalisasi pertanian untuk ketahanan dan swasembada pangan, peningkatan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah, optimalisasi kepariwisataan berbasis kearifan lokal, optimalisasi tata kelola lingkungan hidup, sumber daya alam, dan mitigasi bencana, pengembangkan seni budaya, olahraga dan kreativitas pemuda serta mewujudkan kemandirian desa untuk kesejahteraan masyarakat.

Khusus terkait dengan misi kelima (peningkatan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah) tersebut salah satunya terkait dengan kawasan kumuh, yang selanjutnya dijabarkan kembali salah satunya berupa pembangunan infrastruktur di kawasan ekonomi khusus, seperti Kampung Inggris, Simpang Lima Gumul, Kawasan Bandara, PDP Margomulyo dan pusat - pusat pertumbuhan ekonomi.

Untuk penanganan kumuh hingga tahun 2024, terdapat beberapa pola, meliputi pemugaran yakni perbaikan bangunan gedung, sarana dan prasarana serta fasilitas umum yang dilakukan tanpa perombakan mendasar dan bersifat parsial. Pola kedua yakni peremajaan melalui pembongkaran dan penataan secara menyeluruh terhadap bangunan gedung, sarana dan prasarana, serta fasilitas umum dan pola ketiga yakni pemukiman kembali, dilakukan dengan memindahan masyarakat terdampak ke lokasi dengan klasifikasi status lahan legal. 

Rencana tindak lanjut penanganan kawasan kumuh Kabupaten Kediri adalah mengupayakan Kabupaten Kediri masuk dalam daftar penanganan kumuh nasional (RPJMN), berupaya memenuhi Readliness Criteria Skala Kawasan khususnya kawasan kampung inggris sehingga masuk kedalam kategori prioritas penanganan skala kawasan melalui pendanaan loan maupun APBN reguler, melakukan identifikasi kawasan yang berpotensi kumuh melalui pendataan baseline 100-0-100 sebagai langkah awal dalam melakukan penanganan dan pencegahan, mendorong adanya kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat agar penanganan kumuh dapat berjalan sinergis, efektif dan efisien, pungkas Imam Malik.

Untuk diketahui, kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti oleh 40 peserta, yang terdiri dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, DPMPD, Dinsos, Dinkes, Camat Pare dan Gampengrejo, Kepala Desa Se-Kecamatan Pare dan Gampengrejo, Perguruan Tinggi dan Kominfo.




Tinggalkan komentar Anda via Disqus