Kampung Inggris Pare, Harapan Mr Kalend dan Solusi Mas Dhito

By Dinas Kominfo Kab. Kediri22 Nov 2021, 19:04:38 WIB Pendidikan dan Olahraga
Kampung Inggris Pare, Harapan Mr Kalend dan Solusi Mas Dhito

Legalitas lembaga kursus pendidikan bahasa di Kampung Inggris Pare sangat diperlukan dan ini menjadi harapan Muhammad Kalend Osen, pendiri Basic English Course (BEC), sekaligus perintis Kampung Inggris Pare.

BEC yang berdiri sejak 15 Juni 1977 itu setidaknya telah meluluskan 27.000 peserta didik dengan sebaran alumni di tingkat nasional dan internasional. Eksistensi BEC yang menjadi cikal bakal Kampung Inggris Pare itu tak lepas dari kisah Kalend Osen.

"Asal mulanya saya kan orang pendatang dan melakukan usaha untuk hidup di tempat ini. Ternyata saya lihat ada peluang untuk bikin kursus bahasa inggris, maka saja coba bikin kursus biasa saja. Nggak ada bayangan jadi besar seperti ini,y ang penting cari makan minum tiap hari gitu saja," terangnya.

Berangkat dari usaha dan harapan pria asli Kalimantan yang sederhana tersebut, kursus bahasa berkembang pesat, hingga dijuluki Kampung Inggris Pare. Saking terkenalnya, setiap lulusan dari sana pun sangat diperhitungkan.

Tingginya animo masyarakat untuk belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare memancing munculnya lembaga kursus-kursus  musiman. Itu pula yang menjadi kekhawatiran Kalend Osen, yang benar-benar menjaga mutu pembelajaran.

"Yang kita khawatirkan munculnya kursus-kursus musiman, yang tiba-tiba muncul tiba-tiba menghilang. Ini mengganggu kami yang sudah berpuluh-puluh tahun. Rasanya mohon maaf itu mengganggu kami," ungkapnya.

Dengan persoalan itu, Kalend Osen berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian. Salah satunya dengan legalitas lembaga pendidikan yang berstandar. Sebab, mereka yang selama ini telah berpuluh-puluh tahun bergelut di lembaga kursus bahasa, tidak memiliki kekuasaan untuk menghentikan kursus musiman.

"Terima kasih kalau pemerintah memberikan perhatian (legalitas)," pungkasnya.

Harapan Kalend Osen senada dengan yang disampaikan pengurus Forum Kampung Bahasa (FKB) yang selama ini menjadi wadah lembaga kursus bahasa di Kampung Inggris Pare. Sebagaimana disampaikan Pengawas FKB, Rahmad Ariadi, bahwa di luar masa pandemi ini,  lembaga kursus musiman yang muncul cukup banyak.

"Mereka tidak mendaftar FKB, cuma sebentar disini. Dan kami yang ada disini mendapatkan komplain. Yang mereka tawarkan dengan yang mereka jual tidak sama kualitasnya," ucapnya.

Lembaga kursus musiman itu datang dan menyewa tempat. Mereka tidak memiliki legalitas untuk mendirikan kursus. Untuk itu, perhatian pemerintah dalam hal ini sangat diperlukan.

"Masalah legalitas ini  juga perlu dikuatkan, ada standarisasi dan pengecekan dari dinas karena selama ini aturan ini tidak terimplementasikan di lapangan," bebernya.

Melihat persoalan yang terjadi di Kampung Inggris Pare, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono atau yang akrab disapa Mas Dhito pun tak mau tinggal diam dan benar-benar ingin melakukan penataan. Apalagi,  Kampung Inggris Pare menjadi salah satu ikon Kabupaten Kediri.

"Terkait penataan Kampung Inggris seperti agen-agen (kursus) musiman ini nanti tidak ada, bagaimana caranya maka harus ada wadah yang betul-betul diakui oleh pemerintah kabupaten. Diluar itu tidak boleh." kata Mas Dhito tegas.

Untuk itu, Mas Dhito memerintahkan kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kediri bekerjasama untuk melakukan penataan ikon Kabupaten Kediri tersebut.




Tinggalkan komentar Anda via Disqus