Evaluasi Sarasehan Dan Rembuk Stunting Stunting Desa Kepung

By Dinas Kominfo Kab. Kediri18 Nov 2020, 17:00:12 WIB Kesehatan, Sosial dan Lingkungan Hidup
Evaluasi Sarasehan Dan Rembuk Stunting Stunting Desa Kepung

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan menggelar evaluasi Sarasehan dan Rembuk stunting di Desa Lokus Stunting Desa Kepung. Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19, acara tersebut dilaksanakan di Gedung Grahatama Balai Desa Kepung Kec. Kepung, Rabu (18/11).

Hadir dalam acara dari Dinas Kesehatan, UPTD Puskesmas Kepung, DP2KBP3A, Kades Kepung, TP PKK Kecamatan, pendamping dana desa, kader Kepung, serta pihak terkait lainya.

Dalam sambutannya, Kades Kepung, Hj. Ida Arief, SH. mengatakan,acara ini membahas langkah-langkah yang dilakukan dalam menangani stunting di Desa Kepung.“Apa yang kita bahas semoga bermanfaat untuk masa depan anak-anak kita dan untuk warga Desa Kepung pada umumnya,” harap Hj. Ida Arief.

Masih ditempat yang samaKepala UPTD Puskesmas Kepung, drg. Agus Ahmadi, Sp. KGA. menjelaskanmonitoring dan evaluasi stunting di Desa Kepung sudah dimulai sejak awal Januari 2020

“Kita sudah melakukan perencaaan untuk program selama satu tahun, namun tidak disangka-sangka pada bulan Maret pandemi datang. Jadi semua yang sudah kita rencanakan dan anggarkan tidak terlaksana. Tapi pada bulan November ini kita tetap mengadakan evaluasiapapun yang telah kita alihkan nati kita bisa evaluasi. Dari bulan Februari sampai Agustus kita tidak melakukan bulan timbang karena Desa Kepung sendiri merupakan zona merah,” jelas drg. Agus Ahmadi.

Pada wilayah desa yang zona hijau, lanjutnya, tetap diadakan imunisasi dan pendampingan pada ibu hamil dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan dibatasi. “Kita lakukan imunisasi di Balai Desa Kepung karena tempatnya luassirkulasi udara juga baik dan juga tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat,” ungkapnya.

Sementara itu Kabid Kesehatan Masyarakat, dr. Ika Tjandra Kusuma mengatakanperencanaan penangaanan stunting di Desa Kepung sangat baik akan tetapi karena adanya pandemi belum banyak yang bisa dilaksanakan.

“Desa Kepung sudah dijadikan desa lokus stunting pada tahun 2020. Walaupun di masa pandemi, kita harus berusaha bagaimana menurunkan angka stunting, maka konvergensi kegiatan-kegiatan harus difokuskan ke Desa Kepung,” jelas dr. Ika Tjandra.

Ia menambahkanDinas Kesehatan melalui puskesmas hanya berkontribusi sekitar 30% dengan pendekatan intervensi gizi spesifik. Tetapi 70% intervensi gizi sensitifnya itu dari lintas sektor OPD hingga di Pemerintah Desa. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak yang dinamakan konvergensi.

“Kepala Puskesmas dengan pihak Kecamatan diharapkan mempunyai rencana kerja berupa konvergensi yang ada di Desa Kepung. Apa saja program yang masuk di Desa Kepungmulai dari OPD terkait, begitu pula dengan anggaran dana desa yang digunakan untuk mengatasi stunting di Desa Kepung,” harapnya.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan yakni pemantauan di posyandu mulai bulan Desember, memaksimalkan penggunaan Dana Desa Tahun 2021, melakukan koordinasi dengan puskesmas dalam melakukan kegiatan atau penganggaran, melakukan pendampingan 1000 HPK (kader) atau masyarakat hingga pemberian makanan tambahan dll, menyusun strategi atau inovasi percepatan penurunan stuntng, dan pelaporan menggunakan e-PPGBM. (Kominfo/dn,tee,tj,wk)




Tinggalkan komentar Anda via Disqus