Sekilas Kediri

By Dinas Kominfo Kab. Kediri07 Jan 2008, 00:00:57 WIB Pemerintahan, Politik dan Keamanan
Sekilas Kediri

I. PENDUDUK DAN TENAGA KERJA
1.1. Penduduk

 

Data jumlah penduduk pertengahan dan akhir tahun di hitung berdasarkan hasil registrasi penduduk oleh dinas catatan Sipil dan Kependudukan.

Jumlah penduduk kabupaten kediri pada akhir tahun 2010 tercatat ada 1.475.815 jiwa. Ada penambahan 22.196 jiwa, dibandingkan tahun 2009 jumlah kelahiran dan kematian selisih 5.879 jiwa, masing-masing sebanyak 14.701 dan 8.822jiwa. Selanjutnya dapat di hitung ada net-Migrasi sebanyak 16.317 jiwa.

1.2. Tenaga Kerja

Menurut catatan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, pada tahun 2010 tercatatat ada sekitar 8.880 lowongan kerja baru, turun 5,15% dibandingkan kondisi tahun 2009. sedangkan jumlah pencari kerja baru yang tercatatat ada sebanyak 11.607 orang. Jumlah penempatan Tenaga Kerja ada sebanyak 6.897. ini berarti penyerapan lowongan kerja baru adalah 77,67 %.

Penyerapan lowongan kerja terbanyak adalah untuk kategori AKAD (antar daerah). Dan AKL (Lokal). Sedangkan kategori AKAN (antar negara) dapat dilihat pada jumlah TKI yang berhasil ditempatkan. Pada tahun 2010 penyerap lowongan kerja untuk kategori AKAN sebanyak 1.673 orang, menurun dibandingkan pada tahun 2009 yang sebanyak 2.900 orang. Sebagian besar TKI tersebut ditempatkan di negara Malaysia dan Hong kong.

Berdasarkan tingkat pendidikannya pencari kerja di Kabupaten kediri sebagian besar lulusan SLTA (56,22 %), Perguruan tinggi (25,27 %) SLTP (13,05 %) dan SD (5,48 %).

Jumlah PNS Otoda yang bekerja di Kabupaten kediri pada tahun 2010 sebanyak 13.710 PNS, yang tersebar di institusi dinas 11.798 orang, di institusi badan 328 orang, di institusi Kantor 63 orang, di institusi Sekretariat 264 orang, di institusi BUMD 4 orang, di kelurahan 6 orang dan di KPUD 14 orang. Sebanyak 68,30 % dari total PNS Otoda di Kabupaten Kediri bekerja di Dinas Pendidikan, yakni sebanyak 9.364 pegawai.

Berdasarkan golongannya sebagian besar PNS di Kabupaten Kediri bergolongan IV sebanyak 5.478 PNS. Sedangkan I, II, dan III masing-masing sebanyak 300 PNS, 2.558 PNS, dan 5.374 PNS


II. SOSIAL

2.1. Pendidikan

Pada tahun ajaran 2010/2011, ada sebanyak 2.643 institusi pendidikan di Kabupaten Kediri. mulai jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) bertambah 271 instusi dibandingkan tahun 2008. PAda jenjang TK berkurang sebanyak 24 institusi dan Sekolah Dasar (SD) berkurang 14 institusi. Jenjang SLTP berkurang 1 Institusi dan jenjang SMU/SMK berkurang 4 institusi. Jenjang Diniyah bertambah 299 institusi. Sedangkan jenjang pendidikan SLB tetap.

Pada tahun ajaran 2010/2011 ada penambahan jumlah guru di tingkat pendidikan SD dan SLTP. Jumlah guru SD bertambah dari 8.529 menjadi 9.596 pengajar.

Di tingkat SLTP bertambah dari 4.578 pengajar, menjadi 4.910 guru. Pendidikan SLTA bertambah 2.296 pengajar, menjadi 2.561 guru. Penambahan jumlah guru dari tingkat SD hingga SLTA ini merupakan bagian dari program Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun yang dicanangkan pemerintah. Sedangkan pengajar ditingkat PT berkurang dari 17 orang, yang ada pada tahun ajaran 2008/2009 ada 205, pada tahun ajaran 2010/2011 ada 188 orang.

Di level Kabupaten, secara umum fluktuasi jumlah guru tersebut tidak terlalu signifikan mempengaruhi statistik Rasio Murid terhadap Guru. Di tingkat TK Rasio murid terhadap guru adalah 19,3 Ini berarti secara rata-rata ada 19-20 siswa TK untuk satu orang guru TK yang sebelumnya sekitar 16-17 siswa.

Data Rasio Murid terhadap Guru pada tingkat pendidikan SD adalah 20,71 (SD Negeri) menjadi 17,99. 10,92 (SD Swasta) menjadi 12,86.

Pada tingkat SLTP data Rasio Murid terhadap Guru adalah 17,68 (SMP Negeri); 7,81 (SMP Swasta); dan 8,12 (Madrasah Tsanawiyah).

Pada tingkat SLTA data Rasio murid terhadap guru adalah 13,77 (SMU Negeri); 6,88 (SMU Swasta); 12,87 (SMK Swasta); dan 5,66 (Madrasah Aliyah).

2.2. Kesehatan dan Keluarga Berencana

pada periode tahun 2009-2010, data dari DinKes menunjukan bahwa telah terjadi fluktuasi jumlah tenaga kesehatan dan jumlah kunjungan pasien yang sangat signifikan.

Jumlah tenaga kesehatan menurun dari sebanyak 851 tenaga kesehatan pada tahun 2009 menjadi 855 tenaga kesehatan pada tahun 2010. Kenaikan terjadi pada jumlah perawat (dari 169menjadi 306), Dokter Umum (dari 63 menjadi 78), Dokter Gigi (dari 37 menjadi 40), dan paramedis Lain (dari 57 menjadi 79). Sedikit penurunan pada tenaga kesehatan Bidan (dari 420 menjadi 426), Nutisionis (dari 14 menjadi 31), Sanitarian (dari 42 menjadi 39).

Sementara itu jumlah kunjungan pasien ke Puskesmas juga mengalami kenaikan,yakni dari 537.888 orang pada tahun 2009 naik menjadi 924.285 orang pada tahun 2010. Untuk kunjungan ke Rumah Sakit meningkat dari 106.055orang di tahun 2009 menjadi 120.616 orang di tahun 2010. Kunjungan pasien ke dua fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas dan Rumah Sakit mengalami kenaikan dari 643.943 orang pada tahun 2009 menjadi 1.044.901 orang pada tahun 2010.

Jumlah kunjungan ibu hamil,bayi,dan anak semuanya mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2009. Kunjungan ibu hamil naik dari 25.702 di tahun 2009 menjadi 29.523 di tahun 2010. Kunjungan bayi dan anak di tahun 2008 datanya tidak tersedia.

2.3. Peradilan

Di era reformasi penegakan hukum merupakan salah satu tolok ukur cleaned goverment dan mencerminkan kewibawaan pemerintah executive. Aparat hukum dan peradilan di tuntut terus bekerja keras dari tahun ke tahun.

Data jumlah perkara yang masuk dan berhasil di selesaikan mencerminkan beban sekaligus hasil kerja keras aparat hukum dan peradilan.

Rendahnya angka jumlah perkara mnungkin di sebabkan oleh rendahnya kesadaran dan kepercayaan masarakat terhadap proses penegakan supremasi hukum. Pencatatan dan statistik kriminalitas perlu di perbaiki agar monitoring dan evakuasi terhadap kinerja Aparat hukum dan peradilan bisa di lakukan secara fair.

Berikut ini adalah data jumlah perkara yang di selesaikan Polres,Kejaksaan Negeri,Pengadilan Negeri dan Pengadilan agama di Kabupaten Kediri.

Jumlah perkara yang berhasil di selesaikan pada tahun 2010 oleh lembaga-lembaga tersebut adalah sebanyak 606 kasus kejahatan dan 14.725 pelangaran lalu lintas (polres), 989 perkara (Kejaksaan Negeri), 801 perkara pidana dan 97 perkara perdata (Pengadilan Negeri), dan 2.164 untuk Pengadilan Agama data tahun 2010.

Sedangkan jumlah kasus kejahatan yang di laporkan masyarakat ke polres ada 7231 kasus (turun -70,04% dari tahun 2010). Kasus kejahatan yang dilaporkan masyarakat ke Kejaksaan 1.003 kasus (naik 8,79%); ke Pengadilan Negeri 1001 kasus (naik 4,59%) ke pengadilan agama 2.300 kasus (naik 4,88%).

2.4 Agama

Jumlah tempat ibadah di kabupaten kediri relatif cukup banyak , yakni ada 1.722 masjid, 4.277 langgar, 708 mushola, 226 gereja kristen. 27 gereja katholik, dan 46 pura. Sumberdata adalah Departemen Agama di kabupaten kediri.

Tidak jauh berbeda dengan tahun 2009, pada tahun 2010 di perkirakan jumlah pemeluk agama islam ada sekitar 97,21%, kristen/protestan 1,7%, katholik 0,56%, dan pemeluk agama hindu dan budha masing-masing 0,5% dan 0,02%.

2.5. Sosial lainya

Data permasalahan sosial di kumpulkan oleh Dinas Kesejahteraan sosial yaitu jumlah panti asuhan dan jumlah panti wredh berikut peng huni dan pengurusnya, jumlah mucikari/PSK, jumlah penyandang cacat dan jompo, jumlah pekerja sosial masyarakat, jumlah bimbingan/penyuluhan sosial, serta jumlah karang taruna.

Pada tahun 2010 jumlah penderita cacat tercatat ada 198 tuna netra, 421 tuna rungu/wicara, 972 cacat tubuh, 725 penderita cacat mental dan 2.645 orang jompo.

Bentuk implementasi program pemerintah untuk menanggulangi masalah sosial adalah dengan mengkader pekerja sosial masyarakat. di kabupaten Kediri pekerja sosial masyarakat keberadaannya telah menyebar di seluruh Kecamatan. Jumlah pekerja sosial sempat menurun pada tahun 2008, namun pada tahun 2009-2010 mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan ini sebagai indikasi positif Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menangani permasalahan sosial masyarakat. Dari sebanyak 2.169 kader pada tahun 1999, kemudian menjadi 1.038 kader pada tahun 2001. pada tahun 2008 jumlahnya hanya tinggal 462 kader. tahun 2009 meningkat menjadi 732 kader. dan pada tahun 2010 ini sedikit meningkat menjadi 737.

Permasalahan sosial yang cukup menghambat kemajuan adalah permasalahan yang tidak terkait dengan kesejahteraan, akan tetapi tahun 2010 mengalami fluktuasi yang signifikan. permasalahan kesejahteraan sosial yang menonjol adalah permasalahan kemiskinan. jumlah keluarga miskin (GAKIN) yang di catat Dinas Kesos pada tahun 2010 ada 39.671 jumlah tersebut meningkat secara signifikan dibanding tahun 2008 - 2009 yang hanya 28.672 dan 28.313 KK. PAda akhir-akhir ini, kemiskinan menjadi isu hangat untuk didiskusikan dan dicarikan solusinya. apalagi jumlah penduduk miskin menjadi indikator keseriusan suatu daerah dalam membangun daerah. Jumlah penduduk miskin yang terus meningkat menjadi preseden buruk bagi kemajuan suatu daerah sekaligus "rapot merah" para penyelenggara pemerintah daerah.

permasalahan sosial yang jarang terjadi di pemkab Kediri adalah keberadaan kelompok Waria, menurut catatan dinas Kesos jumlahnya sangat sedikit (kurang dari 1%).

 


 

III. PERTANIAN

3.1. Tanaman Pangan

Produksi tanaman pangan pada tahun 2010 ada yang naik dan ada yang turun. Hasil produksi tanaman padi ada 331.713 ton (naik 0,02%); jagung 327.450 ton (naik 0,33%); ubi kayu 103.462 ton (naik 10,12%); ubi jalar 2.234 ton (naik 7,45%); kacang tanah 3.110 ton (naik 0,16%); kedelai 492 ton (naik 121,62%) dan kacang hijau 22 ton (naik 100%).

Produksi padi tahun 2010 mencapai 79 ton. Kecamatan yang mempunyai kontribusi paling banyak adalah Kandangan (25,8 ribu ton atau 7,77% dari total kabupaten), Purwosari (6,75%), Plemahan  (6,74%) Plosoklaten (6,87%).

Kontribusi kecamatan Plemahan dalam meningkatkan produksi jagung sebanyak 1083 ton adalah 8,99%. Produsen jagung terbesar lainnya adalah Kecamatan Mojo (8,13%), Papar (6,56%), dan Plosoklaten (5,80%).

Tercatat ada 5 jenis tanaman yang produksinya cukup menonjol di kabupaten kediri yaitu Lombok atau Cabai (sekitar 25,81 ribu ton), Terong (8,43 ribu ton), Mentimun (6,87 ribu ton), Tomat (9,06 ribu ton),dan Bawang Merah (4,40 ribu ton).

Ada 4 jenis buah-buahan yang sangat menonjol produksinya di kabupaten kediri. Pada tahun 2010 jumlah produksi 4 jenis buah-buahan tersebut adalah Pisang (13,34 ribu ton), Mangga (56,09 ribu ton), Pepaya (41,15 Ribu ton), Nanas (18,28 ribu ton).

3.2. Perkebunan

Menurut Dinas hutbunling ada 9 perusahaan perkebunan di kabupaten kediri. Perkebunan kopi ada 4 perusahaan; karet dan coklat masing-masing 1 perusahaan; dan perkebunan cengkeh ada 3 perusahaan.

Tahun 2010 tercatat perusahaan karet dapat menghasilkan 131,00 ton turun dari 131,98 ton; perusahaan kopi 879,16 ton biji kopi mengalami penigkatan 18,76%; perusahaan coklat 201,81 ton jumlah ini labih kecil 20,85% dari tahun sebelumnya; dan perusahaan cengkeh mengalami penurunan 110,48 menjadi 109,89 ton.

Menyajikan data produk akhir tanaman perkebunan rakyat. Tanaman tebu produk akhirnya gula kristal (128,39 ribu ton). Tanaman kelapa di hitung berdasarkan produksi setara kopra (3,28 ribu ton). Jambu mete produk akhirnya biji jambu mete (0,16 ribu ton). Produksi biji kering kopi Robusta di perkirakan sekitar 0,36 ribu ton.

Tanaman cengkeh dan kenanga produk akhirnya bunga karing (masing-masing sekitar 0,2 dan 0,9 ribu ton). Tanaman kapuk Randu berdasar kan produksi serat kapuk sebanyak (1,45 ribu ton) dan tanaman lada berdasarkan produksi buah kering (24,10 ton)

3.3. Kehutanan

Diperkirakan hutan yang termasuk dalam wilayah Kabupaten kediri ada seluas 22.095 hektar. Sebagian besar merupakan kawasan hutan produksi (72,27 %) dan kawasan hutan lindung (24,63 %). Sisanya merupakan kawasan hutan wisata dan suaka alam ada yakni ada di kecamatan Tarokan (1 hektar).

Menyajikan data luas hutan menurut jenis tanamannya. Pada tahun 2010 kawasan hutan yang tersisa tinggal jenis tanaman  sengon dan pinus. Hutan sengon luasnya 3,953,6 hektar; hutan pinus luasnya 3.033,4 hektar.

3.4. Peternakan

Menurut Dinas Kehewanan pada tahun 2010 di kabupaten kediri 102 Perusahaan Peternak Ayam Petelor/Pedaging, 1 Perusahaan peternakan Sapi perah, 4 Rumah potong hewan, 36 tempat potong hewan, dan 16 pasar hewan.

Dibandingkan tahun 2009, Populasi ternak mengalami peningkatan, kecuali Kerbau populasinya turun 16,59% dan Ayam Kampung menurun 0,64% Peningkatan populasi ternak tertinggi ada pada jenis Babi (69,43% menjadi 2.738 ekor yag sebelumnya "hanya" 1.616 ekor) Peningkatan ini disebabkan permintaan yang cukup tinggi dari daerah-daerah sekitar Kabupaten Kediri. Kambig dan Domba meningkat 38,69%.

Menunjukan jenis ternak besar yang mendominasi adalah sapi potong dan sapi perah. Populasi sapi potong di perkirakan 94.900 ekor. Paling banyak di Plemahan (6,06%), Gurah (6,51%), Kras (5,82%), Mojo (4,91%), dan Kayen Kidul (6,13%).

Populasi sapi perah mencapai 6.757 ekor paling banyak ada di Ngancar (30,37 %), dan di kandangan (18,10%).

Untuk jenis ternak kecil yang mendominasi adalah kambing (139.409 ekor) dengan daerah sentranya di kecamatan Plemahan (7,10%), Mojo (7,77%) dan Plosoklaten (4,98%). populasi unggas di dominasi ayam ras (petelor 3.443.806 ekor), pedaging (1.989.162ekor) dan ayam kampung (1.232.966 ekor). Penyebaran populasi unggas hampir merata di semua kecamatan, kecamatan terbanyak Kandat (9,69%) dan Kandangan (8,17%)

3.5. Perikanan

Pengumpulan data usaha perikanan dilakukan melalui pendekatan rumah tangga bukan perusahaan. Oleh karena itu data yang dikumpulkan oleh dinas peternakan dan perikanan adalah jumlah rumah tangga petani ikan dan pencari ikan yang dibedakan antara perairan umum, budi daya kolam, dan Unit Pembenihan Rakyar (UPR).

Diperkirakan pada tahun 2010 ada sekitar 4.589 rumah tangga petani ikan dan pencari ikan dikabupaten kediri. Hasil produsi melalui perairan umum mencapai mencapai sekitar 4,5 ribu ton dengan nilai total produksi 55,6 milyar rupiah bila dibandingkan dengan tahun 2009, produksi dan nilai produksi ikan melalui perairan umum dan budi daya kolam meningkat 100% lebih. sebuah peningkatan yang apabila melalui pemberdayaan masyarakat akan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat kabupaten Kediri.

Sedangkan melalui UPR menghasilkan 6,3 juta ekor dengan nilai mencapai 126,98 milyar rupiah. bila dibandingkan dengan tahun 2009, produksi ikan melalui UPR meningkat 31,25% sedangkan nilai produksinya meningkat lebih dari 200%. Melihat fakta dan data, maka melalui UPR layak untuk terus dikembangkan produksi perikanan Kabupaten kediri, baik ikan air tawar maupun ikan hiasnya.

 


 

IV. INDUSTRI

4.1. Industri Pengolahan

Berdasarkan informasi dinas pemasaran, pada tahun 2010 pengusaha industri pengolahan bertambah 11 pengusaha menjadi sebanyak 2.331 pengusaha. Pertambahan tersebut terdiri dari 7 pengusaha industri kecil, dan 4 pengusaha industri rumah tangga. Pengelompokan pengusaha industri tersebut adalah berdasarkan jumlah tenaga kerja yang ada.

Berdasarkan nilai produksinya terdapat tiga yang nilainya cukup besar yaitu industri pemucatan kain affual, join board, dan join board pinus.

4.2 Listrik dan Air Minum

Sumber data kelistrikan berasal dari PT (Persero) PLN Cabang Kediri dan APJ Mojokerto (Suko).

Dibanding dengan tahun 2009 tenaga listrik yang terjual meningkat 8,2% hingga mencapai sekitar 538,6 juta Kwh. Tenaga listrik yang susut mencapai 18,6 juta Kwh, atau sekitar 3,34% dari total tenaga listrik yang dibangkitkan.

Produksi air minum yang disalurkan pada tahun 2010 sebanyak 1.702.000 m3, dengan penyusutan sebesar 485 m3. Dan nilai produksi air minum pada tahun 2010 Rp. 1.549.000. Melihat data-data tersebut, bila dibandingkan tahun 2009 kapasitas produksi air minum mengalami penurunan cukup tajam, yakni sebesar 20%. Namun, pendapatan yang di terima PDAM meningkat 2,45%, berarti terjadi peningkatan harga sebesar 28% per meter kubiknya. Mengenai jumlah pelanggan, pada tahun 2010 terjadi peningkatan 3,35% dari 9.793 ditahun 2009 menjadi 10.121 ditahun 2010. Melihat fenomena ini, bisa dikatakan bahwa masyarakat telah melaksanakan penghematan atau dipaksa meghemat, karena konsumsi air mengalami penurunan. Di tahun 2009 konsumsi air 217,1 m3 per pelanggan per tahun menjadi 168,15 m3 per pelanggan per tahun. terjadi penghematan air hampir 30% dan bila ini didasari atas kesadaran penuh bukan hanya berdampak pada ekonomi namun juga pada keberlangsungan hidup dan kelestarian alam.

 

 


 

V. PERDAGANGAN

5.1. Perdagangan

Untuk mendapatkan surat izin usaha perdagangan (SIUP), perusahaan harus memiliki sertifikat tanda daftar perusahaan (TDP) terlebih dahulu perusahaan yang berubah jenis dan status usahanya (mutasi) juga harus mendaftar. Menurut catatatan dinas pemasaran, ada 702 surat izin perdagangan yang di terbitkan tahun 2010. sedangkan perusahaan perdagangan yang memiliki TDP (baru maupun mutasi) ada 1.181 perusahaan. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 1.790 TDP. Penurunan jumlah TDP yang diterbitkan yang berimplikasi pula pada penurunan jumlah SIUP yang diterbitkan.

Pada tahun 2009 penyaluran pupuk mencapai 100,00 % dari total penggandaan pupuk yang sekitar 111.559 ton, meningkat 16,11% pada tahun 2010 menjadi 129.531 ton.

Nilai ekspor tahun 2010 mencapai 18,98 juta US$, meningkat lebih dari 10% dari tahun 2009 yang hanya 7,6 juta US$. Kebalikan dengan ekspor yang meningkat signifikan, nilai impor Kab. Kediri justru menurun. Tahun 2009 nilai impor mencapai 9,6 juta US$ menurun menjadi 7,3 juta US$ pada tahun 2010

VI. PERHUBUNGAN

6.1. Perhubungan Darat

Menunjukan bahwa pada tahun 2010 total panjang jalan yang ada di wilayah kabupaten kediri mencapai 2.307,48 KM. Sekitar 87,33 % merupakan jalan beraspal dan 62,07 % merupakan jalan mantap.

Panjang jembatan tahun 2010 telah mencapai 2,2 KM lebih, meningkat 5,18% dari tahun sebelumnya peningkatan panjang jalan juga bagian dari antisipasi meningkatnya jumlah kendaraan.

Angkutan darat selain jalan raya juga jalan rel. dari tahun ketahun juga tampak peningkatan pengguna angkutan jalan rel (Kereta Api). Kab. Kediri memiliki 6 setasiun yang melewati wilayahnya, yakni stasiun Kras, Ngadiluwih, Papar, Susuan, Minggiran, dan Porwoasri.

6.2. Pariwisata dan Komunikasi

Data jumlah Hotel dan losmen serta fasilitasnya tidak berubah, yakni ada 8 dan sebuah losmen yang berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan akan jasa akomodasi ini. Penambahan jumlah hotel ini tentu saja berimplikasi positif, paling tidak membuka lapangan kerja baru. tercatat tahun 2010 ini, terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja yang sangat signifikan, yakni dari 79 orang menjadi 204 orang. Demikian pula dengan jumlah kamar dan tempat tidur.

Data kegiatan pengiriman barang/benda Pos melalui kantor pos (seperti surat, aoerogram, kartu pos, barang cetakan, paket pos, ataupun wesel pos) baik sifatnya biasa ataupun tercatat, dengan perkembangan teknologi yang demikian pesat, pengguna jasa pos menurun cukup drastis. Hampir semua produk pos mengalami degradasi. bahkan dari pengamatan mata pada hari raya idul fitri 2010, PT. Pos Kediri mengratiskan produk kartu lebaran. Mereka mengambil margin dari perangko saja Perlakuan demikian ini juga tidak serta merta meningkatkan pengguna jasa Pos. Menurut informasi yang kami dapat, jumlah kartu pos yang dicetak tidak semua habis terjual.

 


 

VIII. KEUANGAN DAN HARGA-HARGA
 

8.1. Keuangan Daerah

Data pendapatan dan belanja keuangan Pemerintah Daerah kabupaten kediri.

Pada tahun 2010 nilai realisasi pendapatan hampir menembus angka 1 triliun rupiah, tepatnya sebesar 988,75 atau naik 13,37 % dibandingkan tahun 2009. Namun jumah peningkatan pendapatan juga diikuti oleh jumlah belanja daerah (Pengeluaran) bahkan presentase peningkatan belanja jauh diatas peningkatan pendapatan sehingga dalam kurun waktu 3 tahun (2008-2010), Pemkab Kediri terus mengalami defisit. Nilai belanja tahun 2010 menembus angka 1 triliun rupiah atau tepatnya 1,02 trilun rupiah, sehingga terjadi defisit 31,27 milyar rupiah.

8.2 Perbankan

 

Pada tahun 2010 terjadi peningkatan jumlah Bank sebesar 1,43 % dengan rincian Bank Umum swasta bertambah 2 menjadi 23 Bank, BPD bertambah 1 menjadi 15 Bank, dan BPR bertambah 3 menjadi 107 bank. Dengan total nilai aktiva sekitar 10,19 triliun rupiah dan total dana pihak ke 3 (DPK) sekitar 9,25 triliun rupiah, perbankan di kabupaten Kediri berhasil melakukan penyaluran kredit senilai 5,57 triliun rupiah. Sekitar 26, 7 % dari total penyaluran kredit diberikan kepada pengusaha dalam bentuk KUK (Kredit Usaha Kecil) dan sisanya 73,4% dalam bentuk non KUK.

 

8.3. Koperasi

Dengan gerak yang terbatas pada sektor perdagangan dan keuangan serta kapitalisasi yang terbatas, ternyata perkembangan Koperasi di Kab. Kediri demikian pesat. Tercatat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2006-2010), pertumbuhan Koperasi terus positif. pada tahun 2010 telah ada 769 unit koperasi, yang berarti tumbuh 22,8%, sebuah angka pertumbuhan yang cukup progresif. 769 unit Koperasi tersebut terdiri dari 484 Koperasi jasa, 279 koperasi serba usaha, dan 6 oKoperasi industri lain-lain ternyata, pertumbuhan koperasi yang cukup pesat ini tidak diikuti dengan pertumbuhan anggota yang pesat. Tercatat jumlah anggota dalam kurun waktu 2006-2010 demikian fluktuatif. Namun demikian, bila dibandingkan tahun lalu, tahun ini jumlah angota mengalami kenaikan walau sedikit, yakni 1,86% menjadi 202.198 orang. dengan total asset mencapai 420,52 milyar rupiah, volume kigiatan usaha mencapai 401,32 milyar rupiah, pada tahun 2010 kegiatan ekonomi ini membukukan SHU sebesar 7,6 milyar rupiah, meningkat 24,81% dari tahun sebelumnya.

 

8.4. Harga-Harga

Perhitungan IHK (Indeks Harga Konsumen) membandingkan harga suatu komoditi dengan harga pada tahun (2009=100).Karena Kabupaten Kediri bertetangga dengan Kota Inflasi yaitu Kota Kediri, maka IHK yang ditampilkan merupakan IHK Kota Kediri.

Ada 7 kelompok komoditi yang dipantau dan dimasukkan dalam perhitungan IHK ataupun Inflasi, yakni bahan makanan. Makanan/ minuman jadi (termasuk rokok, perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, dan Transportasi/ Komuniksasi.

Perkembangan data IHK dan inflasi dikota kediri bulan Januari 2010 sampai dengan Mei 2011.

Data IHK mencerminkan kenaikan harga relatif dibandingkan tahun 2008. sedangkan data inflasi bulanan mencerminkan kenaikan harga dari bulan ke bulan.

Berdasarkan data IHK dapat diketahui bahwa selama tahun 2010 dikota kediri harga 7 kelompok komiditi tersebut di atas cenderung  terus meningkat dari bulan ke bulan hingga bulan terakhir penyajian, September 2010.

IHK umum bergerak dari 112,34 pada bulan januari, kemudian naik sedikit demi sedikit hingga mencapai 116,25pada bulan Desember.

Angka inflasi di peroleh dengan membandingkan IHK dari bulan ke bulan. Jadi inflasi mencerninkan kenaikan harga dari bulan ke bulan. Dapat di lihat bahwa awal tahun 2010 inflasi mencapai 0,12 % kemudian terus merangkak naik hingga akhir tahun menjadi 3,60%. Selama tahun 2010 tidak terjadi deflasi, namun bila dilihat menurut kelompok, pada bulan Apri Mei terjadi deflasi pada kelompok bahan makanan.Bahkan untuk kelompok transportasi dan komunikasi, sepanjang tahun 2010 terus terjadi deflasi, utamanya sub komunikasi.


 

IX. KONSUMSI PENDUDUK

9.1. Konsumsi per Kapita

Ketersediaan bahan makanan per kapita selama setahun. Data ini mencerminkan ketersediaan bahan makanan untuk konsumsi penduduk (per kapita) selama setahun.

Pada kurun waktu 2006-2010, ketersediaan pangan Kab. Kediri menunjukakkan tren penurunan. Kondisi tersebut bila tidak diambil langkah antisippatif oleh para stakeholder, tidak mustahil 10 hingga 20 tahun kedepan, Kab. Kediri menjadi daerah rawan pangan. Suatu kondisi yang sangat tidak kita harapkan. Pada tahun 2010 produksi tanaman padi di Kab. Kediri "hanya" dapat memenuhi ketersediaan bahan makanan penduduk sampai 125,82 KG per kapita setahun. Padahal pada tahun 2006 mencapai 129,10 kg. Berarti terjadi penurunan 1,78% dalam kurun waktu 5 tahun.

Produksi tanaman jagung dapat memenuhi ketersediaan bahan makanan setara beras sebanyak 205,2 kg per kapita setahun turun 7,04% dari tahun 2006.

 


 

X. NERACA REGIONAL

10.1.Pertumbuhan Ekonomi

Penghitungan laju pertumbuhan Ekonomi adalah berdasar kan data PDRB atas harga konstan tahun 2000, sehingga lebih mencerminkan perubahan jumlah produksi. Untuk mengetahui perubahan haarga di tingkat produsen, indikatornya adalah inflasi/deflasi PDRB.

Pertumbuhan ekonomi tahun 2010  mencapai 4,76%, cukup ber aselerasi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 4,36%.

Sektor –sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kediri adalah Sektor Angkutan dan Komunikasi yang tumbuh 7,77%, sektor listrik, gas dan air minum tumbuh 7,71%, sector PHR tumbuh (5,70%), dan sektor jasa tumbuh 5,50%. Sektor yang paling relatif lambat pertumbuhan produksinya pada tahun 2010 adalah sektor keuangan sebelumnya tumbuh (6,09%), saat ini hanya tumbuh (4,37 %).

sektor Industri sedikit melambat dibanding tahun sebelumnya. tahun 2009 tumbuh 5,29%, tahun ini melambat menjadi 5,10%. Secara keselurauhan pertumbuhan sektor ini lebih disebabkan oleh pertumbuhan positif di seluruh sub sektor.

 

10.2. Peranan Sektoral

Peranani sektor pertanian dari tahun ke tahun memperlihatkan tren mengecil, namun tetap berkisar 20 - 25% dan sektor industri berkisar 15-17%.

Tiga sektor yang memiliki kontribusi dibawah 3% adalah sektor LGA, Kontruksi dan Penggalian. Sektor LGA yang memiliki laju pertumbuha yang cukup tinggi, namun hanya mampu mmberikan kontribusi sebesar 0,5%. sektor kontruksi dengan lajur pertumbuhan berkisar 3% hanya mampu memberikan share 1,16%. Sektor penggalian dengan pertumbuhan yang cukup tinggi, diatas 5%, namun sama seperti dua sektor diatas, hanya mampu memberikan share 2,5%.

Untuk sub sektor perdagangan, Hotel, dan Restoran , kontri businya terhadap PDRB atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan masing-masing adalah 24,38 % dan 26,16 %; Industri kertas (15,94 dan 15,38 %); Jasa-jasa (11,26% dan 10,13%) serta keuangan (4,64% dan 4,96%).

 

10.3. Inflasi dan PDRB per kapita

Perhitungan inflasi berdasarkan data PDRB mencerminkan perubahan harga di tingkat produsen bukan harga konsumen sebagaimana IHK.

Pada tahun 2010 tingkat inflasi di tingkat produsen ada sebesar 4,97 %. Ini berarti secara rata-rata ada kenaikan harga produsen sebesar 4,97  % dibandingkan tahun 2009. Inflasi tahun 2010 jauh dibawah tahun 2009 yang mencapai 9,07%.

Sektor bangunan mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 8,95%, lalu sektor dengan inflasi terendah adalah sektor pertaninan, yakni hanya 3,30%.

Pada tahun 2010, PDRB perkapita atas dasar harga berlaku mencapai 8,5 juta rupiah, naik 9,93% jika dibandingkan dengan tahun 2009. Sedangkan TDRB per kapita atas dasar harga konstan mencapai 4,3 juta rupiah, naik 15,88% jika dibandingkan dengan tahun 2009.

Jika dibandingkan kondisi tahun 2000 (tahun dasar), kenaikan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku adalah 2 kali lipat. Sedangkan untuk PDRB per kapita atas dasar harga konstan kenaikannya 50%.

Uraian lebih rinci mengenai PDRB kabupatan kediri dapat dilihat pada publikasi rutin tahunan "PDRB KABUPATEN KEDIRI".




Tinggalkan komentar Anda via Disqus